
Sulawesi, CMI News – Sebuah perdebatan sengit yang tampaknya sepele namun berujung tragis terjadi di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Seorang pria, sebut saja DR, tega menikam sebanyak 15 kali sahabatnya sendiri, Kadir Markus (46), hingga tewas. Penyebabnya? Perdebatan klasik yang tak kunjung usai: “Duluan ayam atau telur?“
Dilansir dari Instagram @fakta.indo, Kapolsek Tungkono, Iptu Abdul Hasan, mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi di depan gereja di Jalan Poros Laha-Lakapera, Desa Labasa, Kecamatan Tungkono.
Menurut keterangan polisi, motif utama adalah ketidakmampuan korban menjawab pertanyaan pelaku tentang mana yang lebih dulu, ayam atau telur.
“Awalnya minum miras sama-sama, mereka minum berdua. Setelah itu ada bahasan pelaku bertanya ke korban duluan telur atau ayam yang lahir,” kata sahabat korban, Roy P, dikutip WonosoboZone dari keterangan media sosial Instagram @fakta.indo pada Sabtu, 27 Juli 2024.
Saat korban tidak bisa menjawab dan meminta izin untuk pulang, pelaku mengambil badik dan mengejar korban. Setibanya di depan gereja, pelaku menusuk Kadir Markus dengan 15 tikaman.

Kabar ini, jelas menggemparkan warganet. Banyak komentar menarik atas berita tersebut.
Salah satu warganet berkomentar, “Gabutnya keterlaluan.”, Ucap salah satu warganet.
Minuman keras sering kali menjadi pemicu tindak kekerasan dan kejahatan lainnya.
Kejadian ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesadaran akan bahaya minuman keras dan pentingnya edukasi tentang dampaknya.
Pihak berwenang di Sulawesi Tenggara kini tengah menyelidiki lebih lanjut kasus ini.
Kapolsek Tungkono, Iptu Abdul Hasan, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap semua detail kejadian dan memastikan bahwa pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.
Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini, termasuk motif sebenarnya di balik tindakan nekat DR. “Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi. Dugaan sementara, motifnya adalah dendam akibat perdebatan yang dipicu oleh pengaruh alkohol,” jelasnya.
Kasus ini sontak juga menggegerkan warga sekitar. Banyak yang tak menyangka perdebatan sepele bisa berujung pada hilangnya nyawa seseorang. “Gak habis pikir, cuma gara-gara ayam sama telur, nyawa melayang. Persahabatan mereka selama ini jadi sia-sia,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya mengendalikan emosi dan menghindari tindakan kekerasan, sekecil apapun pemicunya. Perdebatan memang hal yang wajar, namun jangan sampai kita membiarkannya merusak hubungan persahabatan, bahkan merenggut nyawa.






