
Pemalang, CMI News – Pihak bank BRI unit Bojongbata, Pemalang, diduga Intimidasi nasabah akan memasang stiker dinding penugakan.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu nasabah berinisial UJ, yang mempunyai pinjaman dana dengan jaminan Sertipikat.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan produk dari pemerintah yang ditujukan untuk membantu masyarakat sebagai bantuan modal berupa pinjaman lunak, namun yang terjadi dengan salah satu nasabah dirasakannya tidak demikian.
Harapan nasabah kredit lunak tersebut benar-benar bisa menjadi ketenangan dan kenyamanan saat menjalani proses peminjaman dengan jangka waktu yang sudah disepakati.
Namun berbeda yang terjadi oleh nasabah, menurutnya ia mengalami perilaku yang tidak etis dan kurang nyaman dari pegawai atau penagih dari pihak BRI unit Bojongbata.

” Tidak ada satu bulan menunggak, dan sudah titip angsuran tetapi mau dipasang stiker dinding penugakan oleh pihak bank BRI”, ungkapnya.
Ia mengaku menerima perilaku yang tidak pantas seperti halnya dalam waktu penagihan dan adanya dugaan pengancaman secara teks akan dipasang stiker penunggakan pada rumah yang menjadi agunan.
Ditambahkan, salah satu mantri yang menagih, memberikan saran debitur. Untuk meminjam sejumlah uang agar menutup tagihan KUR bulan januari. Kata debitur.
“Saya sudah titip setoran sekitar 500 ribu lebih, kurangnya 250 ribu. Saya bertanya bagaimana penambahan bunga tunggakan, malah mantri akan memasang stiker dirumah agunan.” ucap U debitur.
Nasabah memberi keterangan dan merasa tertekan, karena rumah agunan adalah rumah ayah mertuanya.
Seolah pihak BRI tidak memberikan toleransi terhadap nasabah, alih-alih menjelaskan bunga keterlambatan , tapi memberi pesan singkat besok sore jika tidak dibayarkan akan dipasang stiker, pada tanggal (30/1/2025).
Mantri yang bersangkutan memberi tanggapan bahwa yang dilakukan sudah sesuai SOP.
” Ya saya sudah melakukan sesuai arahan dan SOP, penempelan stiker itu dilakukan jika nasabah melakukan keterlambatan dan tidak ada minimal.” jelas R sebagai mantri, Jumat (31/1/2025) siang.
Pihak BRI sulit diajak untuk koordinasi dan dimintai konfirmasi, saat ditemui awak media pada hari Jumat, hanya mantri yang bersangkutan yang menemui.
Sementara itu, Kepala cabang unit Bojongbata juga seolah tidak berkenan dan terkesan menghindari awak media, karena seperti yang dijanjikan akan menghubungi namun tak ada kabar. Jumat, (31/1/2025).
Pada hari Selasa (4/2/2025), pihak BRI juga tak kunjung memberikan pertanda dapat diajak koordinasi, salah satu pegawai juga menyampaikan bahwa kepala cabang unit sedang melakukan pelatihan di luar kota dan tidak ada satupun yang bisa menemui media untuk dimintai konfirmasi.
Benarkah pihak BRI terdapat aturan menyuruh nasabah gali lobang – tutup lobang? Informasi benar/tidaknya akan disampaikan setelah mendapatkan konfirmasi langsung dari pimpinan BRI Bojongbata. (Red)








