PEMALANG, CMI News – Warga di sekitar Perumahan Kota Bale Agung (KBA) Blok F40, Desa Saradan, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat wanita diduga menjadi korban pembuhan, pada hari Minggu (23/11). Korban ditemukan di dalam kamar mandi dengan kondisi mengenaskan, mengindikasikan adanya tindak pidana.

​Korban, seorang perempuan warga Pemalang, ditemukan tergeletak di lantai kamar mandi, tepat di sebelah kloset jongkok. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa korban ditemukan dengan posisi tangan dan kaki terikat. Pengikatan ini menjadi salah satu bukti kunci yang memperkuat dugaan tindak pidana.

Terlihat bagian wajah dan kepala korban ditutup/dibungkus tampak seperti aluminium foil, plastik atau bahan serupa dan korban terlihat mengenakan kaos berwarna terang (putih/abu-abu) dan celana jeans biru.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Johan Widodo, membenarkan adanya laporan penemuan mayat tersebut.

​”Korban ini dalam posisi tertidur di kamar mandi, dengan posisi tangan dan kaki terikat,” ujar kepada CMI News dilokasi kejadian.

“Pada hari ini, Minggu, (23/11) kami mendapat laporan atau pengaduan dari masyarakat bahwa ada penemuan mayat di Perumahan Kali Agung, Desa Saradan, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang,” ungkap Kasat Reskrim.

Korban diketahui adalah seorang perempuan warga Pemalang. Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), terdapat indikasi kuat bahwa korban merupakan korban tindak pidana.

“Kalau melihat TKP memang ada indikasi tindak pidana karena korban ini dalam posisi tertidur di kamar mandi, dengan posisi tangan dan kaki terikat,” Imbuhnya.

Setelah menerima laporan, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP awal. Tim medis dari Puskesmas Kecamatan Pemalang juga didatangkan untuk memastikan kondisi korban.

“Kami sudah mendatangkan dari pihak medis, dalam hal ini Puskesmas Kecamatan Pemalang, untuk diperiksa dan dinyatakan memang sudah meninggal,” kata Johan.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Dr. Azhari untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, termasuk kemungkinan autopsi guna mengumpulkan barang bukti dan mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Pihak kepolisian akan terus mendalami kasus ini dan menyatakan siap untuk melakukan olah TKP lanjutan jika diperlukan dalam proses penyelidikan.