Memasuki ronde kedua, Zulfa kembali menyerang tanpa memberi ruang bagi lawannya. Baru berjalan 18 detik, wasit kembali menghentikan laga. Skor akhir ronde kedua 13-1 untuk keunggulan atlet yang juga siswa SD Muhammadiyah 02 Noyontaan Pekalongan tersebut. Dengan hasil itu, Zulfa dinyatakan sebagai juara pertama.
โAlhamdulillah, meski baru pertama kali ikut, Zulfa berhasil meraih emas,โ ujar Sartini, orang tua Zulfa, usai pertandingan.
Zulfa diketahui mulai bergabung dengan klub Taekwondo TKB Pexal Kota Pekalongan sejak usia 5,5 tahun. Ketika ditanya alasan menekuni taekwondo, ia menjawab ingin menjadi atlet tingkat nasional dan internasional sekaligus mampu membela diri. โIngin bisa beladiri serta jadi atlet (taekwondo) tingkat nasional atau internasional,โ ungkap Zulfa kepada wartawan.
Kecintaannya pada dunia beladiri juga membuatnya aktif dalam ekstrakurikuler Pencak Silat Tapak Suci di sekolah. Dari cabang itu, ia bahkan sudah meraih medali emas.
Panitia bidang pertandingan, Hendrik Nur Khakim, menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi ajang penting dalam mencari bibit atlet muda potensial. โKita mencari bibit-bibit kelas junior untuk persiapan di tingkat provinsi, seperti untuk Porprov dan lainnya. Jadi ini sekaligus ajang penjaringan,โ katanya.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















