Sebaliknya, perusahaan justru meningkatkan pencarian kandidat dengan kemampuan teknis, analitis, dan kreatif hingga 20 persen. Tren ini paling terlihat di industri teknologi dan keuangan.
Peneliti menilai AI tidak sekadar menggantikan pekerjaan manusia. Teknologi ini juga menciptakan kebutuhan baru untuk profesi yang mampu bekerja berdampingan dengan sistem AI.
Profesi seperti analis keuangan, mikrobiolog, hingga neuropsikolog klinis menjadi contoh pekerjaan yang semakin kuat karena dukungan AI.
Dalam sektor keuangan, misalnya, analis kini memakai AI untuk mengolah data pasar lebih cepat, sementara manusia tetap mengambil keputusan akhir.
Penelitian juga menunjukkan perusahaan mulai memangkas daftar keterampilan untuk pekerjaan yang mudah diotomatisasi.
Sebaliknya, perusahaan menambah syarat kemampuan baru pada posisi yang memanfaatkan AI sebagai alat pendukung kerja.













