Dalam sambutannya, Nurkholes memberikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara atas suksesnya Festival Wong Gunung yang telah memasuki tahun ke-10. Ia berharap, festival ini tidak hanya berhenti di tingkat Jawa Tengah, tetapi juga bisa berkembang menjadi even berskala nasional yang turut mendorong perkembangan ekonomi kreatif Pemalang.
“Saya sangat mengapresiasi panitia penyelenggara Festival Wong Gunung. Harapan saya, ke depan festival ini tidak hanya berada di tingkat Jawa Tengah, tetapi dapat menjadi even nasional, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi kreatif di Kabupaten Pemalang,” ujar Nurkholes.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Festival Wong Gunung bukan sekadar acara hiburan, tetapi juga merupakan cara untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya yang ada di Kabupaten Pemalang. Nurkholes menekankan pentingnya pengembangan potensi alam yang melimpah, seperti gunung, pantai, dan dataran, yang bisa menjadi daya tarik wisatawan.
“Festival ini menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi yang ada di Kabupaten Pemalang. Kita punya kekayaan alam yang luar biasa. Kami berharap Wong Gunung dapat menjadi pilar utama ekonomi di Kabupaten Pemalang, berfokus pada potensi alam dan pertanian yang mengagumkan,” tambahnya.
Perwakilan dari Perkumpulan Kepala Desa se-Kecamatan Pulosari, Tamat, menjelaskan bahwa Festival Wong Gunung berawal dari ide masyarakat melalui para kepala desa yang ingin mengangkat budaya lokal serta mengembangkan sektor pariwisata. Festival ini kini sudah menjadi tradisi yang melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah desa, warga, dan pengusaha lokal.
“Festival Wong Gunung sudah 10 tahun berjalan. Acara ini lahir dari ide masyarakat Pulosari, yang digagas oleh para kepala desa untuk mengangkat budaya lokal dan mengembangkan wisata. Kami bersyukur bisa menyaksikan bersama hasil dari komitmen warga Pulosari dalam membangun sektor pariwisata,” ungkap Tamat.
Selama tiga hari pelaksanaan, festival ini menawarkan berbagai kegiatan menarik, termasuk pertunjukan seni, pameran produk lokal, serta kompetisi budaya yang melibatkan warga setempat. Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan perekonomian daerah melalui pariwisata dan ekonomi kreatif.














