
Pemalang, CMI News – Ramai unggahan postingan media sosial FB yang diduga milik pribadi Vicky Prasetyo Calon Bupati Pemalang 2024. Selasa, (8/10).
Unggahan postingan akun FB @vickyprasetyo diduga telah menuding Kepala Desa setempat dan Camat Ulujami telah intimidasi larangan sepakbola dan bungkam demokrasi hajat rakyat.
Hal itu dikatakan oleh Vicky Prasetyo Calon Bupati Pemalang, dalam unggahan media sosial pribadinya.
Dimana rencana kegiatan Sepakbola dengan tema ” Friendly Match Bersama Vicky Prasetyo Sang Gladiator Calon Bupati Pemalang 2024-2029, pada Sabtu 12 Oktober 2024, digelar di Lapangan Pejaten Rowosari Ulujami Pemalang, terancam gagal karena adanya intimidasi larangan dari Kepala Desa setempat dan Camat Ulujami.
“Acara Ini di GAGALKAN karena intimidasi dari Kepala desa setempat dan Camat Ulujami pak @mansurhidayat.id yang terhormat, pak kepala desa dan pak camat yg menjabat apa gunanya kita di sumpah Kampanye damai di @kpupemalang bersama @bawaslu_kabpemalang di sumpah itu adalah janji kita sama Allah swt” tulis Vicky di unggahan media sosial akun FB @vickyprasetyo Selasa (8/10/2024).


Ditambahkan, ” Bgmana takut janji sama rakyat janji sama Tuhan pun kalian langgar, Menurutnya Dan ini adalah jelas membungkam Demkorasi di saat hajat Rakyat kalian gagalkan dengan kewenangan.” Ungkapnya dalam unggahan tersebut.
Perlu diketahui, pesan WhatsApp Kepala Desa setempat pun tersebar di berbagai pesan WhatsApp dan media sosial. Dimana hal itu bisa dikatakan sebuah pemberitahuan atau himbauan.
” Kepada Yth : Semua Anggota PS. AM ROWOSARI DEMI KENYAMANAN BERSAMA, Untuk tidak menggunakan sarana, simbol ataupun yg lainnya milik Pemerintah Desa ataupun milik Lembaga Kemasyarakatan Desa lainya yg bersifat mengarah ke politik dari semua PASANGAN CALON BUPATI PEMALANG, Demikian semoga dapat dimengerti.” isi pesan Kepala Desa.”

Himbauan tersebut tertuju untuk semua pasangan Calon Bupati Pemalang, dan tidak ada indikasi larangan untuk calon tertentu.
“Jelas disitu tertulis, untuk semua Calon Bupati Pemalang”.
Sementara itu, Camat Ulujami juga membantah adanya intimidasi seperti apa yang di tuduhkan dalam unggahan akun FB @Vickyprasetyo itu.
Menanggapi hal itu, Muhibin menjelaskan ” Bahwa dirinya belum pernah menerima tembusan terkait rencana acara sepak bola tersebut, baik dari Tim sukses Vicky maupun Kepala Desa setempat.
Muhidin juga menyayangkan kepada timses Vicky, seharusnya klarifikasi dan konfirmasi kebenarannya. ” Saya punya Gubug dan kantor, datanglah”.
Sementara, terkait sepakbola saya juga tidak punya wewenang apalagi perijinan dan larangan.
Sebagai Camat, Muhibin menginginkan agar semua menjaga kondusifitas. Dirinya juga meminta, agar teman-teman ASN bisa menjaga netralitas dan kondusifitas agar Pilkada 2024 berjalan sukses.
” Terkait larangan sepak bola di Rowosari, saya belum pernah menerima informasi dari pihak manapun, Ungkapnya.”
” Apalagi saat itu saya sedang sakit, jadi belum tau siapa yang melarang dan apa alasannya, Imbuhnya.”
Jadi Menurutnya, kegiatan-kegiatan tertentu apalagi jelang Pilkada, mestinya ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Yang terpenting kalau itu kegiatan sepak bola, harus ada koordinasi dengan induk olahraga, dalam hal ini Askab PSSI Kabupaten Pemalang dan beberapa syarat lainnya.
Dirinya pun menyakini, Pemerintah Desa tidak melarang. Namun ketika ada aturan yang harus dipenuhi, seharusnya dilaksanakan oleh pihak yang mempunyai kegiatan.
” Kami pastikan di kecamatan Ulujami tidak ada pihak yang melarang sepak bola,” pungkasnya.
Ditambahkan, Surya Ketua relawan Cuma Mansur Idolaku mengatakan ” Menurut saya hal yang dilakukan oleh calon bupati vicky prasetyo mungkin bisa saja ini merupakan strategy politik play in victim.
Maka jika VP & team nya tidak bisa membuktikan letak intimidasi yang dilakukan oleh Kades atau Camat Ulujami. Maka hal ini dapat dikatakan sebuah strategi politik, dan ini sering dilakukan oleh lawan di setiap pemilu jika itu ada seorang calon Incumbennya”.
“Strategi ini bisa saja bertujuan, agar mendapat simpati masyarakat dengan menampilkan seolah pihaknya yang terzolimi, kan bisa saja ? Kalau memang betul ada upaya penjegalan kampanye dengan cara mengintimidasi, apa yang dikatakanhya seharusnya maka team Pemenangan Vicky bisa membuktikannya pada Bawaslu & tidak hanya membuat narasi miring yang tidak berdasar, seperti dalil hukum siapa yang menuduh, maka dia yang harus membuktikan.” tandasnya
Jika pada akhirnya tidak terbukti ada pelanggaran Pemilu oleh Bawaslu Pemalang, se Yogya nya dari team pemenangan vicky prasetyo, bisa mengklarifikasi tuduhannya itu dan bila tidak hal ini jelas merupakan upaya pembohongan publik kan. Tutupnya.








