
JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Polda Metro Jaya memastikan situasi di kawasan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, telah aman dan kondusif pasca-insiden ledakan yang terjadi pada Jumat (7/11) siang, saat berlangsungnya ibadah salat Jumat.
Meskipun demikian, insiden ini meninggalkan dampak serius. Data terbaru mencatat total 54 korban luka-luka, mayoritas adalah pelajar SMAN 72.
Polda Metro Jaya mengumumkan perkembangan terbaru penanganan korban hingga Sabtu (8/11):
Total Korban Luka: 54 orang.
Korban Dirawat: 33 orang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit, termasuk RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan RS Yarsi. Beberapa korban dilaporkan mengalami luka bakar, luka gores akibat serpihan, serta gangguan pendengaran akibat dentuman yang sangat keras.

Korban Pulang: 21 orang telah diizinkan pulang ke rumah dalam kondisi membaik.
Perawatan Khusus: Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan, terdapat empat korban yang harus menjalani operasi karena luka serius di bagian kepala hingga rahang.
Dukungan Psikologis: Polri telah menyiapkan posko pelayanan dan layanan trauma healing bagi para korban, siswa, serta keluarga yang terdampak untuk membantu pemulihan kondisi psikologis.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengonfirmasi bahwa terduga pelaku ledakan telah diamankan dan kini tengah menjalani pendalaman lebih lanjut. Beberapa fakta penting terkait terduga pelaku telah terungkap:
Status Pelaku: Terduga pelaku adalah salah satu pelajar yang juga merupakan siswa di SMAN 72, berusia 17 tahun.
Kondisi Pelaku: Pelaku termasuk salah satu korban luka serius dan saat ini sedang menjalani operasi di rumah sakit.
Dugaan Motif: Kepolisian masih mendalami motif, namun informasi yang beredar menyebutkan bahwa terduga pelaku kerap menjadi korban perundungan (bullying) di sekolah. Dugaan ini masih dalam proses verifikasi penyidik.
Temuan di TKP: Dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang melibatkan Tim Gegana dan Puslabfor, ditemukan benda mirip bom rakitan yang diduga menjadi sumber ledakan. Selain itu, ditemukan pula senjata laras panjang dan pistol yang dipastikan adalah senjata mainan.
Olah TKP yang dilakukan Polda Metro Jaya dinyatakan telah selesai pada Jumat malam. Hasil temuan di lokasi akan disampaikan kepada publik dalam waktu dekat.
Polri mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terkait insiden ini, termasuk dugaan sebagai aksi terorisme. Fokus utama saat ini adalah penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan latar belakang tindakan pelaku, serta pemulihan seluruh korban.






