PEMALANG – Kecelakaan maut akibat pohon tumbang merenggut nyawa pasangan suami istri (pasutri) di Jalan Raya Pemalang–Bantarbolang, tepatnya di Desa Lengerong, Kecamatan Bantarbolang, Sabtu (14/3/2026) malam. Kedua korban yang merupakan seorang perawat dan guru tersebut menghembuskan napas terakhir setelah tertimpa pohon Sonokeling saat berkendara menuju rumah.

Peristiwa naas ini terjadi sekitar pukul 21:50 WIB. Korban, Amin Nur Rozak (30) dan istrinya Tri Endang Kurniasih (30), sedang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi G 3480 MW.

Saat melintasi petak 57E-5 Desa Lengerong, sebuah pohon Sonokeling setinggi 15 meter dengan diameter 30 cm tiba-tiba tumbang ke arah jalan raya. Pohon milik Perhutani KPH Pemalang yang ditanam sejak tahun 1989 tersebut langsung menimpa keduanya.

Warga sekitar yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan. Kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Hasyim Asy’ari. Namun, takdir berkata lain:

  • Tri Endang Kurniasih dinyatakan meninggal dunia sesampainya di rumah sakit.

  • Amin Nur Rozak sempat berada dalam kondisi kritis sebelum akhirnya menyusul sang istri menghembuskan napas terakhirnya.

Kepergian pasangan ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Dukuh Karangasem RT 03/03, Desa Bantarbolang. Amin dikenal sebagai perawat yang berdedikasi, sementara Tri adalah seorang guru yang ramah. Keduanya meninggalkan seorang putri kecil yang masih berusia dua tahun.

“Kami sangat kehilangan. Mereka adalah sosok yang sangat ramah dan komunikatif di lingkungan. Tidak disangka mereka pergi secepat ini dan meninggalkan buah hati yang masih balita,” ujar Ketua RW 03, Drs. Dedi Sukusworo, saat ditemui di rumah duka.

Jenazah kedua korban telah dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Bantarbolang pada Minggu (15/3/2026) pukul 10:00 WIB. Isak tangis pelayat mengiringi prosesi pemakaman pasangan yang dikenal sangat aktif dalam kegiatan sosial masyarakat tersebut.