Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
KecelakaanPeristiwa

Tragedi Air India 171: Misteri di Balik Ledakan Dreamliner Perdana

×

Tragedi Air India 171: Misteri di Balik Ledakan Dreamliner Perdana

Sebarkan artikel ini
Tragedi Air India 171: Misteri di Balik Ledakan Dreamliner Perdana
Foto: Puing-puing Boeing 787 Dreamliner terletak di lokasi jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad, India, 12 Juni 2025. (REUTERS/Amit Dave) Puing-puing Boeing 787 Dreamliner terletak di lokasi jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad, India, 12 Juni 2025. (REUTERS/Amit Dave)

CMI News – Kamis, 12 Juni 2025, menjadi hari kelabu bagi dunia penerbangan. Air India Flight 171, sebuah Boeing 787-8 Dreamliner yang lepas landas dari Bandara Ahmedabad menuju London Gatwick, meledak sesaat setelah mengudara. Insiden tragis ini, yang merenggut 265 nyawa penumpang dan awak, menjadi kecelakaan fatal pertama bagi Boeing 787-8 Dreamliner sejak beroperasi komersil pada 2011. Hanya satu penumpang yang selamat dari mimpi buruk di udara ini.

Misteri menyelimuti penyebab pasti ledakan pesawat yang terjadi di ketinggian 1,5 kilometer dari landasan pacu Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel. Sebuah investigasi mendalam kini tengah dilakukan secara kolaboratif oleh para pakar dari India, Inggris, dan Amerika Serikat untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Perjalanan Singkat yang Berujung Nahas

Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner ini dikemudikan oleh Kapten Sumeet Sabharwal dan co-pilot Clive Kundar, keduanya adalah pilot berpengalaman dengan total 9.000 jam terbang. Sabharwal sendiri telah menjadi pilot komersil selama 22 tahun.

Pada pukul 13:39 siang waktu setempat, pesawat lepas landas dari Ahmedabad dengan 100 ton bahan bakar penuh. Namun, tak lama setelah itu, kokpit mengeluarkan sinyal bahaya atau mayday call. Setelah itu, tak ada respons lagi dari pesawat.

Saksi mata, termasuk satu-satunya penumpang yang selamat, melaporkan mendengar suara ledakan keras sembari pesawat kesulitan mencapai ketinggian. Rekaman video yang beredar menunjukkan pesawat terbang sangat rendah di atas permukiman warga. Data terakhir menunjukkan pesawat hanya mencapai ketinggian 190 meter sebelum terus menurun, menghilang di balik pepohonan dan bangunan, lalu disusul ledakan besar di cakrawala. “Tak ada waktu baginya [pilot] untuk bereaksi jika kedua mesin tak berfungsi,” kata seorang pilot kepada BBC. Pesawat akhirnya menabrak area permukiman padat, merusak rumah sakit dan beberapa gedung perkantoran.

Spekulasi di Balik Tragedi: Dari Mesin hingga Kesalahan Konfigurasi

Dengan minimnya informasi awal, berbagai spekulasi bermunculan di kalangan pakar aviasi. Analisis kotak hitam yang menyimpan rekam jejak data penerbangan menjadi kunci untuk menemukan jawaban.

Salah satu spekulasi utama adalah kerusakan kedua mesin pesawat secara bersamaan. Kejadian ini sangat jarang terjadi, seperti yang terlihat pada insiden “Keajaiban di Hudson” tahun 2009. Potensi penyebabnya bisa karena kontaminasi bahan bakar atau penyumbatan sistem pengukuran bahan bakar yang menyebabkan pasokan terhenti dan mesin mati. GE Aerospace, manufaktur mesin, telah mengirimkan timnya ke India untuk membantu investigasi.

Potensi lain adalah serangan burung (bird strike). Bandara Ahmedabad dikenal memiliki banyak burung, dan data menunjukkan puluhan insiden serangan burung setiap tahunnya. Jika seekor burung berukuran besar tersedot ke dalam mesin, bisa menyebabkan hilangnya tenaga secara drastis, seperti tragedi Jeju Air tahun lalu.

Selain itu, beberapa pakar juga menyoroti kemungkinan kesalahan penutup sayap pesawat (flaps). Penutup sayap berperan penting saat lepas landas untuk membantu pesawat mencapai ketinggian maksimum pada kecepatan lebih rendah. Jika penutup sayap tidak memanjang, mesin yang beroperasi penuh akan kesulitan mengangkat pesawat. Terlebih, suhu udara di Ahmedabad saat kejadian hampir 40 derajat Celcius, yang membuat udara lebih tipis dan membutuhkan daya dorong ekstra. Kesalahan konfigurasi sekecil apapun dalam kondisi tersebut bisa berakibat fatal. Meski begitu, pesawat Boeing 787-8 dilengkapi sistem peringatan konfigurasi lepas landas yang seharusnya memberitahu awak pesawat tentang konfigurasi tidak aman. Jika memang ini penyebabnya, hal ini bisa mengarah pada potensi kesalahan manusia.

Tragedi Air India 171 meninggalkan duka mendalam dan tanda tanya besar. Hasil investigasi kotak hitam akan menjadi penentu dalam mengungkap misteri di balik ledakan Dreamliner perdana ini, memberikan jawaban yang sangat dibutuhkan oleh keluarga korban dan dunia penerbangan.

























banner
error:
Verified by MonsterInsights