Insiden ini terjadi ketika dua wartawan dari Media Komando Bhayangkara dan Media Seruni hendak meliput agenda kunjungan Bupati ke pabrik sepatu olahraga tersebut. Menurut keterangan wartawan, mereka dihadang oleh petugas keamanan di pintu gerbang.
“Saya sudah menunjukkan identitas ID Card Media dan GWI, dan memberitahukan maksud kedatangan adalah untuk meliput kegiatan Bupati. Namun, petugas tetap tidak memperbolehkan masuk, katanya harus menunggu izin dari ‘komandan’ atau ‘mister’ di dalam,” ungkap salah seorang wartawan yang menjadi korban pelarangan.


















