
Dogiyai, CMI News – Petugas Puskesmas Timepa, PKM Timepa kembali menunjukkan komitmennya dalam menjamin layanan kesehatan hingga wilayah terpencil. Pada Jumat, 26 Juni 2026, tim PKM Timepa berhasil menuntaskan pendistribusian logistik obat esensial ke Puskesmas Pembantu, Pustu Megaikebo dan Pustu Adauwo. Kegiatan bongkar muat dan serah terima logistik baru selesai pada pukul 18.30 WIT.
Distribusi ini merupakan agenda rutin PKM Timepa setiap kali menerima alokasi obat dari Gudang Farmasi Kabupaten. Tujuannya untuk memastikan seluruh Pustu binaan memiliki stok yang cukup sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Kepala Puskesmas Timepa, Yanoarius Wakei, A.Md.Kep, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan strategis untuk penguatan layanan di tingkat kampung.
“Pertama, kami memastikan pemerataan akses kesehatan. Masyarakat di sekitar Pustu Adauwo dan Megaikebo berhak mendapat obat dengan kualitas dan jumlah yang sama, tanpa harus jauh-jauh ke Puskesmas induk,” kata Yanoarius.
Kedua, lanjutnya, adalah menjaga ketersediaan obat esensial agar tidak terjadi _stockout_. Obat untuk penyakit yang paling sering terjadi di wilayah pegunungan seperti ISPA, malaria, diare, penyakit kulit, serta vitamin untuk ibu hamil dan anak, dipastikan selalu ada.

Ketiga adalah sinkronisasi data melalui Lembar Permintaan dan Laporan Pemakaian Obat, LPLPO. “Melalui distribusi berkala ini kami bisa memantau penyaluran obat ke pasien, mencegah obat kedaluwarsa karena penumpukan stok, dan menghitung kebutuhan riil untuk usulan anggaran ke Dinas Kesehatan Kabupaten,” ujarnya.
Jadwal Padat, Distribusi Diteruskan Sore hingga Malam Hari
Berbeda dari kegiatan biasanya, distribusi kali ini baru dapat dilaksanakan pada sore hingga malam hari. Hal itu terjadi karena agenda pagi petugas PKM Timepa sudah terisi penuh untuk mendampingi peserta Orang Muda Katolik, OMK dalam kegiatan KAMAPI Youth Day di Paroki St. Maria Imakulata Moaneani dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIT.
“Selesai acara penjemputan, tim langsung bergerak membawa logistik. Kami tidak menunda karena memahami kebutuhan obat di Pustu tidak bisa ditunda,” jelas Yanoarius. Medan yang berat dan waktu yang terbatas tidak menyurutkan semangat tim untuk menyelesaikan tugas.
Jenis Obat dan Alkes yang Disalurkan
Logistik yang disalurkan kali ini merupakan kebutuhan dasar pelayanan di Pustu. Untuk obat-obatan, tim menyalurkan antibiotik dasar seperti Amoxicillin dan Cefadroxil untuk infeksi bakteri, terutama ISPA. Tersedia juga Paracetamol tablet dan sirup sebagai penurun panas dan pereda nyeri yang paling banyak dibutuhkan masyarakat.
Untuk penyakit pencernaan, disiapkan Oralit dan Zinc untuk penanganan diare pada balita, serta Antasida untuk gangguan lambung. Selain obat, tim juga menyalurkan Alat Kesehatan Habis Pakai, BMHP, berupa jarum suntik sekali pakai, kapas alkohol, kasa steril, plester, dan cairan infus seperti Ringer Laktat atau NaCl untuk penanganan darurat sebelum dirujuk.
Pentingnya Stok untuk Kepercayaan dan Pelayanan
Yanoarius menegaskan bahwa Pustu adalah garda terdepan di tingkat kampung. Tanpa pasokan obat yang rutin, fungsi Pustu akan melemah.
“Ketika masyarakat datang berobat dan obatnya selalu tersedia, tingkat kepercayaan mereka terhadap fasilitas kesehatan pemerintah akan meningkat. Mereka tidak ragu datang sejak dini sebelum penyakitnya parah,” katanya.
Ketersediaan obat yang lengkap juga membantu menekan angka rujukan ke Puskesmas induk. Penyakit dasar seperti malaria ringan, ISPA, diare, dan infeksi kulit dapat ditangani langsung di kampung. Ini sangat meringankan beban fisik dan biaya masyarakat.
Pesan untuk Warga dan Apresiasi Masyarakat
Melalui kegiatan ini, Yanoarius menyampaikan pesan kepada seluruh warga Megaikebo dan Adauwo. “Pustu kini kembali siap melayani. Jika Anda atau keluarga merasa kurang sehat, segera datang ke Pustu. Obat di Pustu adalah milik bersama. Mari kita jaga fasilitasnya dan dukung petugas kesehatan yang bertugas,” pesannya.
Kehadiran tim PKM Timepa membawa obat disambut dengan rasa lega oleh masyarakat. Warga merasa aman karena tahu obat sudah tersedia dekat di Pustu tanpa harus menempuh jalan rusak ke kota saat sakit mendadak.
Masyarakat juga menyampaikan apresiasi atas perjuangan petugas yang datang meski hari sudah malam. “Mereka melihat betapa beratnya medan di wilayah kami. Kedatangan tim menimbulkan rasa hormat dan haru atas dedikasi petugas yang tidak memedulikan lelah demi kami,” ungkap Yanoarius menirukan rasa masyarakat.
Ia menambahkan, rasa syukur dan senyuman warga inilah yang menjadi semangat baru bagi petugas setelah seharian penuh mendampingi kegiatan pemuda dan dilanjutkan dengan perjalanan malam yang berat.






