PEMALANG, CMI News– Nasib pilu menimpa sejumlah warga Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, yang diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja di Pulau Kalimantan. Beruntung, setelah sempat telantar tanpa upah, lima dari tujuh pekerja migran interinsuler tersebut kini berhasil kembali ke kampung halaman berkat aksi kemanusiaan dari Walis Erlangga Firera, atau yang akrab disapa Angga.

Sebagai bentuk rasa syukur, kelima korban langsung mendatangi kediaman Angga di Blok Ranjaya, Randudongkal pada Senin (18/05/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus mengucapkan terima kasih secara langsung atas bantuan yang telah menyelamatkan mereka dari situasi sulit.

Salah satu korban, Agus yang akrab disapa Agus Lele, membeberkan kronologi awal petualangan pahit mereka. Ia mengaku tergiur oleh ajakan seorang teman untuk bekerja di sektor pertambangan emas di Kalimantan dengan iming-iming pendapatan besar melalui sistem bagi hasil.

“Awalnya saya ditawari teman untuk kerja di tambang emas dengan sistem upah 30/70 persen. Rinciannya, 30 persen untuk pekerja dan 70 persen untuk perusahaan. Tapi kenyataannya, kami sama sekali tidak diberi upah walaupun sudah bekerja keras selama satu bulan penuh,” ungkap Agus Lele dengan nada kecewa.

Menurut Agus, total warga yang berangkat bersamanya dari Randudongkal berjumlah tujuh orang. Namun, akibat tekanan situasi dan ketiadaan kejelasan nasib, kelompok tersebut akhirnya terpecah. Dua orang rekan mereka memilih memisahkan diri menuju Pontianak untuk mencari pekerjaan serabutan demi bisa bertahan hidup dan mencari ongkos pulang.

Sementara itu, Agus bersama empat rekan lainnya memilih mengambil langkah nekat demi menyelamatkan diri dari lokasi kerja yang dinilai sudah tidak sehat.

“Saya bersama lima teman lainnya memilih kabur dari lokasi kerja. Kami terpaksa berjalan kaki menuju pelabuhan selama tiga hari tiga malam,” lanjutnya.

Di tengah keputusasaan di pelabuhan tanpa bekal yang cukup, nasib baik masih berpihak pada mereka. Kelompok pekerja ini mencoba menghubungi Walis Erlangga Firera (Angga) untuk meminta pertolongan.

Saat dikonfirmasi, Angga membenarkan bahwa dirinya sempat dihubungi oleh nomor asing. Setelah mendengar cerita pilu dan kondisi darurat yang dialami oleh warganya tersebut, ia langsung tergerak untuk mengambil tindakan nyata.

“Ya, awalnya saya tidak tahu ada nomor baru masuk. Setelah Mas Agus Lele menjelaskan kondisi mereka yang telantar, akhirnya saya langsung menghubungi beberapa teman, salah satunya Mas Hendra dari Walangsanga. Alhamdulillah, koordinasi berjalan cepat dan kami bisa mengirimkan transfer uang untuk membantu ongkos kepulangan mereka,” ujar Angga.

Atas kejadian yang menimpa warganya, Angga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Randudongkal dan sekitarnya, agar tidak mudah tergiur oleh tawaran kerja di luar daerah yang menjanjikan penghasilan fantastis tanpa kejelasan legalitas.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar selalu mengecek secara detail legalitas perusahaan jika ada tawaran pekerjaan. Jangan mudah percaya iming-iming besar di awal, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan,” pungkas Angga tegas. (Red)