Selain itu, alat portabel juga digunakan untuk melengkapi proses dokumentasi lapangan.
Hasil pengolahan data kemudian divisualisasikan dalam bentuk tiga dimensi melalui tampilan helicopter view, sehingga rekonstruksi kejadian bisa dilihat dari berbagai sudut.
“Rekonstruksi dibuat dalam bentuk 3D dengan kualitas visual hingga resolusi 4K,” jelasnya.
Data yang dihasilkan dari teknologi ini tidak hanya digunakan untuk analisis internal, tetapi juga akan menjadi bagian dari alat bukti dalam proses hukum.
“Ini menjadi alat bukti elektronik yang sah dan akan digunakan dalam penyidikan hingga persidangan,” tambahnya.
Selain fokus pada aspek teknis kecelakaan, Korlantas juga menyoroti keterlibatan kendaraan taksi dalam insiden tersebut.













