BANDUNG — Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil pemetaan persepsi publik terbaru terkait kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat Jawa Barat menyatakan puas terhadap kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, dengan tingkat kepuasan publik mencapai 95,4 persen.

​Survei yang dirilis pada Rabu, 29 Juli 2026 ini berfokus pada evaluasi 1,5 tahun masa jabatan kepemimpinan daerah sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu.

​Capaian Kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur

​Berdasarkan data yang dihimpun LSI, angka kepuasan masyarakat terhadap Gubernur Dedi Mulyadi terbagi menjadi dua kategori utama, yakni 39,3 persen responden menyatakan “sangat puas” dan 56,1 persen menyatakan “cukup puas”. Hanya sebagian kecil warga, yaitu 3,8 persen, yang mengaku kurang atau tidak puas sama sekali, sementara 0,8 persen sisanya tidak memberikan jawaban.

​Sementara itu, Wakil Gubernur Erwan Setiawan mencatatkan tingkat kepuasan publik sebesar 59 persen (8,7 persen “sangat puas” dan 50,3 persen “cukup puas”). Responden yang menyatakan kurang atau tidak puas terhadap kinerja Wakil Gubernur berada di angka 23,8 persen, dan 17,1 persen responden memilih tidak menjawab.

​Dalam aspek penyelenggaraan pemerintahan secara umum, sebanyak 60,2 persen warga menilai kondisi tata kelola Pemprov Jabar berada pada kategori “baik/sangat baik”. Sebanyak 30,4 persen menilai dalam kategori “sedang”, dan 8,1 persen menilai “buruk/sangat buruk”.

​Pada sektor ekonomi daerah, mayoritas responden (44,3 persen) menilai kondisi perekonomian Jawa Barat saat ini berada pada tingkatan “sedang”. Sebanyak 27 persen menganggap kondisi ekonomi tergolong “baik/sangat baik”, sedangkan 28,3 persen menilai “buruk/sangat buruk”. Penilaian negatif pada sektor ekonomi tercatat lebih mendominasi di kalangan masyarakat berpendapatan rendah di bawah Rp1 juta per bulan.

​Survei LSI juga memetakan respons masyarakat terhadap berbagai program sektoral yang dijalankan Pemprov Jabar:

  • ​Infrastruktur Jalan dan Jembatan: Menjadi program dengan tingkat kepuasan tertinggi. Peningkatan kualitas jalan dan jembatan meraih kepuasan 90 persen (29 persen sangat puas, 61 persen cukup puas), setara dengan program peningkatan jumlah jalan dan jembatan yang juga mengantongi 90 persen kepuasan.

  • ​Jaringan Energi dan Komunikasi: Penyediaan jaringan listrik mencapai 89 persen kepuasan publik, diikuti oleh penyediaan fasilitas jaringan internet dan telepon yang juga meraih 89 persen.
  • ​Layanan Kesehatan dan Pendidikan: Kualitas pelayanan kesehatan daerah mencatatkan angka kepuasan 86 persen. Di bidang pendidikan, program peningkatan kualitas SLTA meraih kepuasan 86 persen, serta jaminan layanan kesehatan masyarakat mencapai 84 persen.
  • ​Ketahanan Pangan dan Lingkungan: Ketersediaan bahan pangan pokok mendapat respons positif dari 85 persen warga, sedangkan efektivitas program pencegahan bencana daerah mencatatkan kepuasan 84 persen.