Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
PemalangTNITNI-POLRI

Sinergi Anggota Dewan, TNI, Kades, Kelompok Tani, dan Bulog untuk Ketahanan Pangan di Desa Kandang

×

Sinergi Anggota Dewan, TNI, Kades, Kelompok Tani, dan Bulog untuk Ketahanan Pangan di Desa Kandang

Sebarkan artikel ini
Sinergi Anggota Dewan, TNI, Kades, Kelompok Tani, dan Bulog untuk Ketahanan Pangan di Desa Kandang

Ketahanan Pangan Sebagai Fokus Utama

Ketahanan pangan bukan sekadar masalah teknis pertanian, tetapi juga menyangkut aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, program ini tidak hanya melibatkan petani dalam hal penyerapan gabah, tetapi juga mengintegrasikan berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam ekosistem ketahanan pangan, termasuk pemerintah daerah dan lembaga negara.

Kehadiran anggota DPRD H. Wardoyo yang turut berperan dalam mendukung kegiatan ini menegaskan pentingnya kebijakan yang berpihak pada petani dan ketahanan pangan lokal. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kerja sama antara pemerintah, TNI, Bulog, dan petani untuk menciptakan kondisi yang kondusif dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang berawal dari tingkat lokal.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Selain itu, peran serta TNI yang diwakili oleh Kapten Arm Andumiyanta juga memberikan kontribusi besar dalam menjaga keamanan serta kelancaran distribusi hasil panen. TNI tidak hanya berperan dalam aspek keamanan, tetapi juga aktif dalam mengawal kelancaran panen dan distribusi gabah, yang sangat penting bagi stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Peningkatan Kesejahteraan Petani melalui Kerjasama

Salah satu tujuan utama dari penyerapan gabah dalam panen massal adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya kolaborasi yang erat antara pemerintah, Bulog, dan kelompok tani, petani lokal dapat lebih terjamin haknya, terutama dalam memastikan hasil panennya dapat terserap dengan harga yang layak dan menguntungkan. Penyerapan gabah yang terorganisir ini juga memberikan kepastian pasar bagi petani dan menghindari risiko ketidakpastian harga yang sering kali merugikan mereka.

Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya memperkuat ketahanan pangan melalui langkah-langkah yang terkoordinasi dan berbasis pada kebutuhan masyarakat setempat. Dengan demikian, tidak hanya ketahanan pangan yang dapat diperkuat, tetapi juga ekonomi lokal yang berbasis pada sektor pertanian.









error:
Verified by MonsterInsights