Pemalang – Seorang pria berinisial EH (49), yang diketahui berprofesi sebagai guru, ditemukan meninggal dunia di kamar mandi SD Negeri 04 Pedagung, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Senin (22/12/2025) siang. Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh pihak sekolah kepada Polsek Bantarbolang sekitar pukul 11.00 WIB.

Mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek Bantarbolang IPTU Eko Purwanto, S.H. bersama anggota segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat salah satu guru datang untuk piket sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, saat tiba di sekolah, pintu kelas dan ruang guru masih dalam keadaan tertutup dan terkunci. Saksi kemudian mencoba menghubungi korban yang sehari-hari diketahui tinggal dan bermalam di sekolah tersebut, namun tidak mendapat respons.

Atas seizin kepala sekolah, saksi bersama warga mendobrak pintu ruang guru. Setelah pintu terbuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di kamar mandi ruang guru dengan posisi terlentang menghadap ke atas. Kejadian tersebut kemudian segera dilaporkan ke pihak kepolisian.
Petugas Polsek Bantarbolang bersama tenaga medis dari Puskesmas Bantarbolang melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Dari hasil pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar delapan jam sebelum ditemukan. Kondisi tubuh korban sudah kaku dan tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan.
Pihak kepolisian memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat sakit dan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Selanjutnya, jenazah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Dukuh Plawangan Timur, Desa Lawangrejo, Kecamatan Pemalang, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolsek Bantarbolang IPTU Eko Purwanto, S.H. menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur, mulai dari mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi, mengevakuasi jenazah, hingga melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan.
“Kami telah menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga juga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi,” pungkasnya.