GARUT – Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini viral setelah menunjukkan aktivitas penumpang yang turun untuk berbelanja saat kereta api berhenti di Stasiun Cipeundeuy, Kabupaten Garut. Menanggapi hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan bahwa pemberhentian semua rangkaian kereta api di stasiun ini bukan sekadar transit biasa, melainkan prosedur keselamatan yang wajib dijalankan.

Prosedur Wajib Pengecekan Rem

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengonfirmasi bahwa seluruh kereta api yang melintasi jalur selatan Jawa Barat, baik dari arah barat maupun timur, wajib berhenti di Stasiun Cipeundeuy. Meski berstatus sebagai stasiun kelas 2, peran stasiun yang terletak pada ketinggian 772 mdpl ini sangat vital.

“Semua kereta api wajib berhenti di sini untuk keperluan pemeriksaan rangkaian serta sistem pengereman,” ujar Kuswardojo saat dihubungi, Rabu (14/1/2026).

Langkah ini diambil mengingat kondisi geografis jalur setelah Stasiun Cipeundeuy yang didominasi oleh tanjakan dan turunan tajam yang ekstrem. Pengecekan teknis selama 10 hingga 15 menit dilakukan untuk memastikan sarana kereta dalam kondisi prima sebelum menghadapi medan yang berat.

Belajar dari Tragedi Trowek

Ketegasan prosedur ini memiliki akar sejarah yang kelam. Rutinitas pengecekan rem di Cipeundeuy diperketat menyusul peristiwa Tragedi Trowek pada 24 Oktober 1995 silam. Kala itu, rangkaian kereta api gabungan Galur dan Kahuripan mengalami kecelakaan maut di Lembah Trowek, Tasikmalaya, akibat kegagalan fungsi rem.

Insiden tersebut merenggut 20 nyawa dan menyebabkan 90 orang lainnya luka-luka. Sejak saat itu, PT KAI menetapkan kebijakan bahwa tidak ada kereta api yang boleh melintas langsung tanpa pemeriksaan teknis di Stasiun Cipeundeuy guna mencegah kejadian serupa terulang.

Fasilitas Baru bagi Penumpang

Sambil menunggu proses pengecekan teknis selesai, kini para penumpang dapat memanfaatkan waktu berhenti tersebut dengan lebih nyaman. Sejak November 2025, PT KAI telah meresmikan deretan kios dan warung resmi di dalam area stasiun. Sebelumnya, pedagang hanya diizinkan berjualan dari balik pagar pembatas.

Selain kios, terdapat pula taman lengkap dengan tempat duduk yang memungkinkan penumpang menghirup udara segar pegunungan. Namun, Kuswardojo tetap memberikan peringatan bagi para penumpang.

“Pastikan jangan salah naik kereta api atau tertinggal di stasiun karena terlalu menikmati suasana pegunungan. Selalu perhatikan lingkungan sekitar, terutama jika ada kereta lain yang akan masuk atau berangkat,” pungkasnya.