“Warga kita yang baru lulus SMA, jadi harus kuliah di daerah lain yang punya fakultas negeri. Ada yang sampai ke Malang, Surabaya, Depok, Jakarta dan Bogor. Ini tidak layak untuk kota sebesar Bekasi,” terang anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi tersebut.
Ketua Fraksi Golkar Solidaritas itu menyebut, beberapa lokasi strategis bisa dijadikan pertimbangan untuk pembangunan kampus negeri. Di antaranya kawasan sekitar DPRD Kota Bekasi dan area Summarecon, yang masih memiliki lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum).
“Dulu pernah ada wacana kampus swasta dirubah jadi negeri, itu bisa strategis. Lahan di Summarecon juga bisa dipakai, lahan fasos-fasumnya bisa diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat Bekasi,” paparnya.














