Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Ekonomi

Saham PTRO Melonjak, Analis Rekomendasikan Beli dengan Target Naik Lagi

×

Saham PTRO Melonjak, Analis Rekomendasikan Beli dengan Target Naik Lagi

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Cikarang CMI News — Saham PT Petrosea Tbk (PTRO), anak usaha konglomerat energi milik Prajogo Pangestu, kembali mencuri perhatian pasar.

Pada perdagangan Rabu, 16 Juli 2025, harga saham PTRO naik signifikan 4,26% ke level Rp 4.160 per saham.

Lonjakan ini tidak datang tanpa volume. Tercatat, lebih dari 180,7 juta lembar saham PTRO berpindah tangan dalam 47.376 kali transaksi, dengan nilai mencapai Rp 723,9 miliar.

Aktivitas perdagangan yang masif ini menunjukkan meningkatnya minat pelaku pasar terhadap emiten jasa pertambangan tersebut.

Data menunjukkan bahwa saham PTRO sedang dalam fase akumulasi.

Broker Semesta Indovest Sekuritas mencatat net buy sebesar Rp 44 miliar, sedangkan investor asing juga turut membukukan pembelian bersih senilai Rp 16 miliar.

Dalam satu bulan terakhir, harga saham PTRO sudah menguat hingga 36,84%.

Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif pasar terhadap prospek pertumbuhan sektor pertambangan, serta ekspektasi atas kinerja keuangan perseroan yang solid.

Melihat tren teknikal dan sentimen pasar yang menguat, analis BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham PTRO.

Dalam riset terbarunya, saham ini diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan menuju kisaran harga Rp 4.400โ€“4.850.

“PTRO memiliki peluang teknikal untuk naik lebih tinggi setelah berhasil bertahan di area pullback 3.970. Target terdekat saat ini berada di kisaran 4.440 hingga 4.850,” tulis BRI Danareksa dalam laporannya, Kamis (17/7/2025).

Dari sisi indeks global, ada kabar penting yang turut memengaruhi persepsi investor.

MSCI telah mengumumkan bahwa saham PT Petrosea Tbk (PTRO), bersama PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), tidak lagi dikenai exceptional treatment.

Mulai review Agustus 2025, ketiga saham tersebut akan kembali dinilai berdasarkan metodologi MSCI yang berlaku umum, tanpa perlakuan khusus.

Hal ini berpotensi meningkatkan daya tarik ketiganya bagi investor institusi global yang mengacu pada indeks MSCI.


Eksplorasi konten lain dari CMI News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





















banner
error:

Verified by MonsterInsights