Ia menilai, dalam jangka pendek, pergantian Menkeu berpotensi menambah volatilitas rupiah, menaikkan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), dan menekan pasar saham. Stabilitas baru dapat tercapai jika Menkeu memberikan pernyataan tegas terkait arah kebijakan fiskal.
Josua juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Bank Indonesia (BI). Target RAPBN 2026—defisit 2,48% PDB, asumsi kurs Rp16.500 per dolar, dan yield SBN di kisaran 6,9%—hanya realistis bila disiplin fiskal dijaga konsisten.
Kekhawatiran Investor Asing
Dari perspektif global, muncul keraguan terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia. Jason Tuvey, Deputy Chief Emerging Markets di Capital Economics London, mengingatkan adanya risiko Presiden Prabowo melonggarkan aturan fiskal sekaligus menekan BI agar lebih mendukung program pemerintah.













