
Cikarang, CMI News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Selasa (9/9/2025). Setelah sempat berada di zona hijau, indeks tertekan hingga turun 1,47% ke level 7.653,65 pada pukul 09.32 WIB.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat, sebanyak 472 saham terkoreksi, 149 menguat, sementara 335 stagnan. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp6,78 triliun dengan 9,03 miliar saham berpindah tangan dalam 651 ribu kali transaksi.
Semua Sektor Terkapar, Blue Chip Jadi Korban
Mengutip Refinitiv, seluruh sektor saham berada di zona merah. Tekanan jual tidak hanya terjadi pada saham berkapitalisasi kecil, melainkan juga blue chip yang selama ini menjadi andalan investor institusi.
Koreksi ini memperpanjang tren negatif sejak penutupan perdagangan kemarin (8/9/2025), di mana IHSG ditutup melemah 1,28%.

Reshuffle Menkeu Jadi Sentimen Utama
Pasar saham bereaksi cepat terhadap kabar reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto. Salah satu perubahan paling signifikan adalah pergantian Menteri Keuangan, di mana Sri Mulyani Indrawati resmi digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Bagi investor, langkah ini menimbulkan pertanyaan besar. Selama ini, Sri Mulyani dipandang sebagai figur kunci yang menjaga disiplin fiskal dan memberi jaminan kredibilitas global bagi Indonesia. Pergantiannya jelas memicu kecemasan tentang arah kebijakan fiskal ke depan.
Respons Menkeu Baru
Menanggapi gejolak pasar, Purbaya Yudhi Sadewa mencoba meredakan kekhawatiran.
“Mungkin pasar nggak tahu, saya orang pasar. Saya sudah ada di pasar sejak tahun 2000, lebih dari 15 tahun. Tim di sini juga cukup kuat,” ujar Purbaya, Senin (8/9/2025).
Ia menegaskan akan bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan investor serta mengembalikan stabilitas pasar keuangan dalam waktu dekat.






