CILACAP : Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap dalam mendukung Program Areal Tanam (PAT) tahun 2024, menyalurkan bantuan ratusan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dan irigasi perpompaan.

Adapun bantuan yang di berikan diantaranya pompa air sebanyak 22 unit untuk brigade Kabupaten, Traktor roda 4 ada 5 unit, Traktor roda 2 sebanyak 50 unit.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh PJ Bupati Cilacap Awaluddin Muuri kepada kelompok tani, bertempat di halaman Kantor Dinas Pertanian, Rabu (19/6/2024).

Dikatakan PJ Bupati Cilacap, Awaluddin Muuri, dengan adanya bantuan ini, harapannya dapat meningkatkan produktifitas petani khususnya petani di daerah sawah tadah hujan.

“Ada sekitar 13.038 hektar sawah tadah hujan di wilayah Kabupaten Cilacap, harapannya, sawah yang tidak mampu panen sama sekali karena kekurangan air menjadi lahan yang mampu panen, atau lahan sawah tadah hujan yang hanya panen sekali dalam setahun bisa meningkat menjadi 2 kali atau bahkan 3 kali panen dalam setahun, sehingga produksi dan produktivitas padi di Cilacap meningkat”, jelas PJ Bupati.

PJ Bupati Cilacap Awaluddin Muuri, melihat dari dekat bantuan alat mesin pertanian

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Susilan, mengatakan bahwa, sebelumnya juga telah diserahkan pompa air sebanyak 203 unit serta traktor roda 4 sebanyak 4 unit.

“Dalam rangka penanganan darurat pangan dan peningkatan produksi padi dengan Program Areal Tanam (PAT) maupun peningkatan Indeks Pertanaman (IP) maka bantuan ini di berikan. Bantuan ini juga menjadi salah satu upaya mendukung penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan air pertanian”, ujar Susilan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap, lanjut Susilan, juga memberikan bantuan untuk pembangunan irigasi perpompaan sebanyak 50 unit untuk 50 kelompok tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) P3A di 15 Kecamatan di Kabupaten Cilacap.

Susilan berharap irigasi perpompaan mampu mengairi sawah tadah hujan dengan memanfaatkan sumber air non irigasi.

“Harapannya, dengan irigasi perpompaan ini mampu mengairi sawah tadah hujan dengan memanfaatkan sumber air non irigasi, seperti sungai, embung, saluran pembuangan dan air tanah”, harapnya.

Bantuan yang diterima petani melalui Pontan, Gapoktan, dan atau P3A ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian yang bersumber dari APBN tahun 2024.