Ponorogo, CMI News – Duka menyelimuti Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, atas meninggalnya seorang remaja akibat ledakan balon udara. Korban yang diketahui bernama Ilham Nugroho (16 tahun) menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (15/5/2024) malam, setelah sebelumnya mengalami luka bakar serius akibat ledakan petasan di balon udara.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (13/5/2024) di Desa Muneng, Kecamatan Balong, Ponorogo. Ilham dan beberapa temannya tengah menerbangkan balon udara saat petasan yang dipasang di balon tersebut meledak. Ledakan keras itu menyebabkan Ilham mengalami luka bakar hingga 63% di sekujur tubuhnya.

Ilham sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dia menghembuskan nafas terakhirnya dua hari setelah kejadian.

Kepergian Ilham meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan teman-temannya. Kepala SMPN 1 Balong, Hari Prasetyo, yang merupakan sekolah tempat Ilham menimba ilmu, menyatakan rasa duka citanya yang mendalam. “Rasa empati kita pada almarhum yang berpulang ke rahmatullah,” tutur Hari saat dihubungi centermediaindependent.com pada Kamis, 16 Mei 2024.

Kabar duka tersebut diperkuat dengan sejumlah postingan di Instagram @smpn1balong yang menyebutkan kabar meninggalnya IN. “Iya mbak benar (Ilham Nugroho), siswa kami kelas 9 meninggal dunia. Korban luka peristiwa balon udara di Desa Muneng, Kecamatan Balong,” ungkap Kepala SMPN 1 Balong, Hari Prasetyo, Kamis pagi.

Baja juga : Ledakan Dahsyat Balon Udara Gegerkan Warga Ponorogo! Empat Orang Terluka 

 

Tragedi ini kembali menjadi pengingat akan bahaya balon udara yang kerap kali dipasangi petasan. Tradisi menerbangkan balon udara di Jawa Timur, termasuk di Ponorogo, memang sudah berlangsung lama. Namun, tradisi ini sering kali memakan korban, terutama anak-anak dan remaja

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Balong AKP Agus Wibowo menuturkan, balon udara tersebut membawa banyak petasan. “Balon itu meledak saat hendak diterbangkan para remaja tersebut,” tuturnya, Senin. Kejadian tersebut bermula saat sekelompok remaja hendak menerbangkan balon udara raksasa di tengah sawah desa setempat, Senin, sekitar pukul 06.00 WIB.

Akan tetapi, ketika balon hendak terbang, terdapat petasan yang meledak dan mengenai para remaja tersebut. Akibatnya, 4 orang menjadi korban luka dan harus mendapatkan perawatan di RSUD dr Harjono.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak menerbangkan balon udara yang dipasangi petasan. Orang tua juga perlu mengawasi anak-anak mereka agar tidak bermain di sekitar balon udara.

Dalam hal ini, Pemerintah daerah setempat juga perlu mengambil langkah tegas untuk menertibkan tradisi balon udara yang berbahaya ini. Perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya balon udara, serta penegakan aturan yang lebih ketat untuk mencegah terjadinya tragedi serupa di masa depan