Hal senada senada juga disampaikan Kasi Trantib Kecamatan Cilacap Tengah, menurutnya, kejadian ini menjadi tamparan keras semua pihak, terutama orang tua. “Kita harus lebih waspada dan aktif dalam mengawasi aktivitas anak-anak, termasuk memantau penggunaan medsos mereka”, imbuhnya.
Dengan adanya penangkapan admin medsos geng motor, kepolisian berharap aksi provokasi serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.
Masyarakat juga dihimbau untuk lebih aktif dalam melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu tawuran.
Para pelaku tawuran yang masih remaja tersebut, dihadapan polisi membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya, sebagai bentuk pertanggung jawaban.
Sebagai penutup pembinaan yang digelar Polsek Cilacap Tengah, momen haru terlihat dari para pelaku tawuran saat diminta untuk meminta maaf kepada orang tua mereka dengan cara sungkem, tak sedikit dari mereka dan orang tua yang meneteskan air mata. (*)



















