CILACAP – CMI News : Pelaku tawuran dan admin media sosial (medsos) geng motor berhasil ditangkap jajaran Polsek Cilacap Tengah Polresta Cilacap.

Puluhan remaja yang terlibat tawuran di Jalan DI Panjaitan Cilacap beberapa waktu lalu, dan sempat viral di medsos, mendapat perhatian serius aparat.

Polsek Cilacap Tengah melakukan pembinaan terhadap puluhan remaja yang terlibat tawuran, selain itu juga menangkap admin medsos geng motor yang diduga turut memprovokasi aksi.

Dikatakan Kapolsek Cilacap Tengah, AKP Agus Triyadi, bahwa pihaknya menegaskan sebagian besar pelaku masih berstatus pelajar, dan masih membutuhkan pengawasan orang tua serta pihak sekolah, hanya dilakukan pembinaan.

“Pembinaan ini merupakan kesempatan terakhir, jika dikemudian hari mereka kembali terlibat tawuran maka tindakan hukum akan diberlakukan”, tegas Kapolsek.

Total remaja yang diamankan, lanjut AKP Agus Triyadi, ada 23 orang yang terlibat tawuran, berasal dari Kecamatan Cilacap Tengah dan Cilacap Selatan, serta admin medsos yang diduga memprovokasi aksi juga berhasil diamankan.

Pihak kepolisian menayangkan video tawuran yang viral dan beredar di media sosial, sebagai peringatan keras para pelaku.

Para pelaku tawuran setelah mendapatkan pembinaan dari Polsek Cilacap Tengah, melakukan permohonan maaf kepada orang tua masing-masing dengan cara sungkem. (Humas Polresta Cilacap).

Pembinaan para pelaku tawuran, berlangsung di Aula Mapolsek Cilacap Tengah, Senin (10/3) dihadiri juga Kapolsek Cilacap Tengah, AKP Agus Triyadi, Kanit Reserse, Ipda Kokok Kurnianto, Kasi Trantib Kecamatan Cilacap Tengah, Nizar Putra Pratama, para lurah, perwakilan guru dari beberapa sekolah tempat pelaku belajar, serta orang tua pelaku tawuran.

Sementara itu, Kanit Reserse Polsek Cilacap Tengah, Ipda Kokok Kurnianto, menambahkan, penyuluhan mengenai dampak hukum tawuran, dan penggunaan media sosial secara bijak. “Media sosial kini menjadi salah satu pemicu utama aksi kekerasan dikalangan remaja” kata Kanit Reserse.

Hal senada senada juga disampaikan Kasi Trantib Kecamatan Cilacap Tengah, menurutnya, kejadian ini menjadi tamparan keras semua pihak, terutama orang tua. “Kita harus lebih waspada dan aktif dalam mengawasi aktivitas anak-anak, termasuk memantau penggunaan medsos mereka”, imbuhnya.

Dengan adanya penangkapan admin medsos geng motor, kepolisian berharap aksi provokasi serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Masyarakat juga dihimbau untuk lebih aktif dalam melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu tawuran.

Para pelaku tawuran yang masih remaja tersebut, dihadapan polisi membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya, sebagai bentuk pertanggung jawaban.

Sebagai penutup pembinaan yang digelar Polsek Cilacap Tengah,  momen haru terlihat dari para pelaku tawuran saat diminta untuk meminta maaf kepada orang tua mereka dengan cara sungkem, tak sedikit dari mereka dan orang tua yang meneteskan air mata. (*)