Sahabat CMI – Klara segera berangkat ke sekolah. Ia langsung mengambil sepeda ontelnya dan mengayuh ke arah jalan menuju sekolah.
Di tengah perjalanan, Klara melihat seorang nenek tua yang sedang terduduk di tepi jalan sambil memegang sebuah tongkat kayu. Nenek itu terduduk lesu. Akhirnya, Klara pun segera berhenti dan turun mendekati nenek tersebut.
“Nek?” tanya Klara sambil mendekat, kemudian langsung duduk di samping nenek itu. “Nenek dari mana?” tanya Klara.
Nenek itu hanya diam. Klara memandang wajah nenek tersebut; terlihat lusuh dan kurus. “Nek?!” sekali lagi Klara memanggil sambil memegangi bahu nenek itu.
“Aku haus… aku haus…” ucapnya pelan.
“Iya, Nenek…” kata Klara. Tanpa pikir panjang, Klara segera mengambil bekal yang ada di dalam tasnya dan memberikan sebotol air minum serta makanan.
Nenek itu langsung menerima dan meminumnya. Setelah itu, sang nenek mengucapkan terima kasih.
“Kamu anak baik… Ini Nenek ada kalung buat kamu.
Ambillah, nak!” Klara tertegun dan hanya diam sambil menerima kalung berlambang burung itu. Setelah memberikan kalung, nenek itu pun pergi.
Klara memperhatikan bentuk kalung tersebut. Ia hendak bertanya lebih lanjut, namun entah ke mana nenek tua itu sudah menghilang. Dalam perjalanan, Klara masih bingung dan terus memikirkan sosok tersebut.













