Akira adalah seorang siswi SMP yang merasa seperti pelita sunyi, tidak memiliki cahaya yang terang. Dia merasa tidak memiliki tujuan dan tidak tahu apa yang ingin dia capai.

Suatu hari, Akira menemukan sebuah kalimat yang ditulis di dinding sekolah: “Mencari sesuatu yang tiada akan selamanya tanpa makna”. Akira merasa terinspirasi oleh kalimat itu dan mulai mencari makna hidupnya.

Akira memutuskan untuk bergabung dengan sebuah klub di sekolah yang membantu siswa-siswa yang kesulitan. Dia merasa bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk membuat perbedaan dan menemukan makna hidupnya.

Dalam perjalanan, Akira menghadapi tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan, tetapi dia tidak menyerah. Dia terus berusaha dan akhirnya menemukan bahwa dia memiliki kemampuan untuk membuat perbedaan.

Akira merasa bahwa pelita di dalam dirinya mulai bersinar, dan dia tahu bahwa dia telah menemukan makna hidupnya.

 

Akira duduk di kelas, menatap ke luar jendela dengan mata yang kosong. Dia merasa tidak memiliki tujuan dan tidak tahu apa yang ingin dia capai.

“Hey, Akira, apa yang kamu pikirkan?” tanya Lina, temannya, sambil menyentuh bahunya.

“Aku tidak tahu, Lina. Aku merasa seperti tidak memiliki tujuan,” jawab Akira dengan suara yang lembut.

Lina tersenyum. “Kamu pasti akan menemukan tujuanmu, Akira. Kamu hanya perlu mencari.”

Akira tersenyum lembut. “Aku berharap begitu.”

Suatu hari, Akira menemukan sebuah kalimat yang ditulis di dinding sekolah: “Mencari sesuatu yang tiada akan selamanya tanpa makna”. Akira merasa terinspirasi oleh kalimat itu dan mulai mencari makna hidupnya.

Akira memutuskan untuk bergabung dengan sebuah klub di sekolah yang membantu siswa-siswa yang kesulitan. Dia merasa bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk membuat perbedaan dan menemukan makna hidupnya.

“Akira, aku tidak tahu apakah aku bisa melakukan ini,” kata Akira kepada Pak Rudi, guru yang membimbing klub itu.

“Kamu bisa, Akira. Kamu hanya perlu percaya pada dirimu sendiri,” jawab Pak Rudi dengan senyum.

Akira tersenyum dan mulai berusaha. Dia membantu siswa-siswa yang kesulitan dan membuat perbedaan dalam hidup mereka.

“Akira, kamu luar biasa!” kata Lina, sambil memeluk Akira. “Kamu telah menemukan tujuanmu.”

Akira tersenyum, merasa bahwa pelita di dalam dirinya mulai bersinar. “Aku tidak sendirian, Lina. Aku telah menemukan makna hidupku.”

 

Bersambung…..

BACA JUGA: PELITA SUNYI BAB II