Kualitas pendidikan agama sangat ditentukan oleh kualitas gurunya. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan fondasi profesionalisme. Tanpa fondasi tersebut, pendidikan agama berpotensi kehilangan arah dan makna substantifnya.
Tantangan Kompetensi Dasar
Selama ini, pembangunan mutu guru PAI cenderung difokuskan pada aspek metodologi pembelajaran, administrasi pendidikan, dan pemenuhan standar formal. Upaya tersebut tentu penting, tetapi menjadi tidak cukup ketika kompetensi dasar Qur’ani belum diposisikan sebagai standar utama. Akibatnya, terjadi ketimpangan antara kecakapan pedagogik dan penguasaan sumber ajaran Islam itu sendiri.













