Ia mengingatkan para peserta untuk menjaga nama baik keluarga, daerah, dan Provinsi Papua Tengah selama mengikuti proses pembinaan di Jayapura yang akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan.
“Ikuti seluruh proses pembelajaran dengan tertib, patuhi arahan pembimbing, jaga kesehatan, dan hindari hal-hal yang dapat mengganggu tujuan utama kalian,” pesannya.
Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Papua Tengah ingin semakin banyak putra-putri daerah berhasil menembus sekolah-sekolah kedinasan sebagai langkah menyiapkan aparatur masa depan yang memahami kebutuhan dan kondisi masyarakat Papua Tengah.
Karena itu, program bimbingan belajar dinilai sebagai instrumen penting dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas sekaligus menciptakan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Kepada para pendamping dan pembina, Gubernur meminta agar proses pembinaan dilakukan secara serius dan berkelanjutan guna memastikan setiap peserta memperoleh pendampingan yang optimal.














