Menurut Kharis, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pengukuran bersama tim teknis, bahkan pernah didampingi oleh anggota dewan. Namun, persoalan utama terletak pada besarnya anggaran yang dibutuhkan sehingga tidak bisa langsung direalisasikan.
“Kita sudah pernah mengukur bersama tim dewan, bahkan desa juga pernah mengukur sendiri. Salah satu dewan juga pernah menjanjikan bantuan, tetapi karena nominal anggarannya cukup besar, belum bisa terealisasi. Desa tetap berupaya mencari solusi,” ungkap Kharis saat meninjau lokasi jembatan, Minggu (7/9).
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Kharis menambahkan, Pemerintah Desa Warungpring telah mengajukan perbaikan jembatan tersebut dalam Musrenbangdes serta menyampaikannya ke tingkat kecamatan dan kabupaten. Ia menjelaskan, keterbatasan dana desa membuat pembangunan berskala besar tidak bisa langsung ditangani, sehingga membutuhkan alokasi dari pemerintah di tingkat atas.














