
PEMALANG—Berita duka menyelimuti warga Kecamatan Talang, Tegal, dan Desa Datar, Pemalang, menyusul penemuan jasad sepasang suami istri, MR (37) dan NAT (34). Keduanya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di atas tumpukan batu di Kali Rambut, Kecamatan Warungpring, Pemalang, pada Minggu (10/8/2025). Kematian tragis ini meninggalkan duka mendalam dan misteri yang kini mulai terkuak.
Pasangan yang dikenal saleh, ramah, dan ulet ini, ternyata menyimpan kisah pilu di balik kehidupan harmonis mereka. MR, pria asli Kecamatan Talang, Tegal, dan istrinya, NAT, dari Desa Datar, Pemalang, adalah sosok yang tegar menghadapi berbagai cobaan hidup. Namun, cobaan berat itu tak kunjung usai.
Menurut keterangan dari teman-teman dan kerabat, MR dan NAT dikenal sebagai pasangan yang taat beragama dan aktif dalam kegiatan sosial. Keduanya dikenal sebagai pribadi yang tidak pernah mengeluh, meskipun perjalanan hidup mereka penuh liku.
“Pasangan ini pernah memiliki sebuah usaha, tetapi takdir berkata lain. Usaha mereka bangkrut, memaksa mereka menjual rumah di Tegal,” ungkap seorang teman MR.
Demi menyambung hidup, keduanya memutuskan untuk pindah dan tinggal di rumah mertua di Desa Datar, Kecamatan Warungpring. Kabar kematian mereka mengejutkan banyak pihak. “Suami istri itu orangnya taat ibadah, hidupnya juga lurus-lurus saja. Aku saja kaget dengar kabar ini. Di sini lingkungan asli korban (MR) pada kaget semua, enggak nyangka kalau bener-bener murni sampai bunuh diri,” ujar seorang teman MR kepada CMI News, Senin malam (11/8/2025).
Kepala Desa Datar, Katam, yang langsung mendatangi lokasi setelah mendapat laporan dari warga, membenarkan identitas kedua korban. “Benar, itu warga kami. Saya terima kabar dari masyarakat, lalu saya cek langsung ke lokasi. Ternyata memang benar, mereka warga Desa Datar,” kata Katam.

Bungkusan Plastik dan Hasil Penyelidikan Polisi
Kabar penemuan jenazah MR dan NAT di lokasi segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Meskipun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban, satu petunjuk penting ditemukan di lokasi: bungkusan plastik bekas minuman.
Bungkusan plastik ini kini menjadi fokus utama penyelidikan. Pihak berwajib telah mengirimkannya ke laboratorium forensik untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan ini diharapkan dapat mengungkap teka-teki di balik akhir tragis pasangan ini, yang kuat dugaan mengakhiri hidupnya karena himpitan ekonomi yang tak tertahankan.
Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Johan Widodo, mengatakan hasil pemeriksaan medis awal dari Puskesmas Warungpring menunjukkan tidak ada indikasi kekerasan fisik maupun penganiayaan. “Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun penyelidikan tetap kami lanjutkan untuk mengungkap penyebab pasti kematian,” ujar AKP Johan.
Salah satu saksi mengaku melihat pasangan tersebut masih dalam kondisi normal pada malam sebelum ditemukan meninggal. Mereka bahkan sempat mampir ke sebuah warung kopi di dekat jembatan tempat jasad ditemukan.
Kematian MR dan NAT menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Kisah pasutri ini adalah pengingat betapa rapuhnya kehidupan, sekaligus menyoroti perjuangan keras di balik senyum yang sering kali tersembunyi. Publik kini menanti hasil penyelidikan polisi, berharap kebenaran segera terungkap agar keluarga bisa mendapatkan kepastian dan ketenangan.







