Cikarang, CMI News – Harga minyak global kembali menguat di awal pekan ini setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) menyetujui penambahan produksi mulai Oktober 2025. Meski demikian, tambahan pasokan kali ini jauh lebih kecil dibandingkan periode sebelumnya, menandakan sikap hati-hati kelompok produsen tersebut dalam merespons dinamika pasar energi dunia.
Berdasarkan data Refinitiv, minyak mentah Brent kontrak November 2025 tercatat naik ke level US$66,28 per barel pada Senin pagi (8/9/2025), dari posisi penutupan akhir pekan lalu di US$65,50 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2025 juga menguat ke US$62,60 per barel, dibandingkan US$61,87 per barel sebelumnya.
Respons Pasar atas Keputusan OPEC+
Kenaikan harga ini terjadi setelah pekan lalu minyak sempat terkoreksi lebih dari 3% akibat data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut memunculkan kekhawatiran akan perlambatan permintaan energi global.
Dalam pertemuan akhir pekan, OPEC+ yang dikomandoi Arab Saudi dan Rusia menyepakati tambahan produksi sebesar 137.000 barel per hari (bph) mulai Oktober. Volume ini jauh lebih rendah dibandingkan penambahan 500.000 bph yang sempat dilakukan pada Agustus dan September.














