
“Kami mengimbau agar seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang tidak mudah terpengaruh oleh berbagai spekulasi, klaim, maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” ujar Aris secara lugas dalam keterangan resminya.
Dalam kesempatannya, Aris turut menyampaikan apresiasi kepada media massa yang telah memberikan ruang dinamika informasi kepada publik. Kendati demikian, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait perkara pidana yang melibatkan Bupati Pemalang.
Menurutnya, supremasi hukum harus dihormati sepenuhnya agar berjalan sesuai regulasi perundang-undangan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Aris menekankan pentingnya menjaga etika politik dan integritas kelembagaan. Ia secara terbuka menyatakan tidak pernah menginginkan apalagi memburu jabatan executive tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat Pemalang untuk menyikapi dinamika politik secara bijak dan tidak terburu-buru menyimpulkan kabar yang belum tervalidasi kebenarannya.
Sebagai kader tulen Partai Golkar, Aris menegaskan bahwa seluruh langkah politik dan sikap organisatorisnya tegak lurus berada dalam koridor keputusan serta arahan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pemalang.

Apabila di kemudian hari terdapat mekanisme formal organisasi mengenai pengisian jabatan tersebut, ia memastikan siap tunduk dan menjalankannya sesuai ketentuan internal partai.








