Sementara itu, perwakilan dari Balai Pelestarian Budaya Wilayah X, Esti Wuryansari, sangat mengapresiasi terhadap kegiatan memetri bumi ini khususnya kerajinan tangan yang ada di Desa Banjarwaru.
“Kerajinan tangan yang ada di Desa Banjarwaru masih tetap dipertahankan sampai sekarang, kami sangat mengapresiasi. Ini bukti kekayaan budaya yang harus tercatat sebagai cagar budaya”, tegasnya.
Memetri Bumi Desa Banjarwaru, sebagai sarana untuk menjaga dan memperkuat identitas budaya lokal, melalui kegiatan ini, kekayaan budaya Banjarwaru tetap hidup dan berkembang.














