Pemalang, CMI News – Keluarga pasien yang meninggal di RS Harapan Sehat Pemalang masih terus menuntut keadilan. Mereka mendesak pihak kepolisian untuk segera menyelesaikan laporan dan menuntaskan kasus dugaan malpraktik yang menyebabkan kematian pasien.

Kematian pasien tersebut telah menjadi sorotan publik setelah keluarga melaporkan adanya dugaan malpraktik kepada pihak berwenang. Keluarga korban merasa tidak puas dengan penanganan pasien di rumah sakit dan menuntut agar pihak yang bertanggung jawab diadili.

Menindaklanjuti laporannya pada tanggal 18 April 2024 mengenai kasus dugaan kelalaian pihak RS Harapan Sehat Pemalang yang mengakibatkan anak 12 tahun meninggal dunia, mereka (keluarga) pasien bersama Penasehat hukum dari Kantor Pengacara Putra Pratama Arif Fahrudin SH selaku tim pendamping hukumnya mendatangi Polres Pemalang, pada Jumat (3/5/2024).

Kedatangan mereka ke Polres Pemalang, bertujuan untuk menanyakan sejauh mana perkembangan kasus tersebut.

MA selaku Ayah dari pasien meninggal, ” Kasus ini dapat berjalan seadil adilnya buat kami orang kecil yang sudah kehilangan anak atas kelalaian RS.Harapan Sehat Pemalang” kata Dia.

“Hukum harus ditegakan, jangan hukum tumpul keatas namun tajam kebawah.” Ucap MA didepan wartawan

Harapan saya proses seadil adilnya agar kami keluarga akan ikhlas, jika semua proses hukum ini dilalui dengan adil dan benar. tandasnya

Sementara itu, Arif Fachrudin selaku team Kuasa hukum Putra Pratama mengatakan “Bahwa kehadiran kita di Polres Pemalang, bertujuan meminta atau menanyakan dengan pihak penyidik sejauh mana perkembangan mengenai pengajuan laporan kami pada tanggal 18 April 2024. Atas dugaan Kelalaian dan tindak kekerasan RS.Harapan Sehat kepada clien kami.

Menurut dia, bahwa perkembangannya saat ini, sedang dalam tahap dimintai keterangan dan klarifikasi dari pihak terlapor yaitu RS.Harapan Sehat, itu penjelasan dari penyidik Polres Pemalang. Imbuh Arif Fachrudin

Keinginan dan harapan dari clien kami adalah ” menuntut keadilan yang seadil adilnya, buat kami sebagai masyarakat kecil agar hal seperti ini menjadi pembelajaran dan tidak terjadi kepada yang lainnya. Pungkas Arif Fachrudin