
Semarang, CMI News – Sebuah kisah pilu menyelimuti penemuan seorang bayi laki-laki yang terlantar di wilayah Semarang Utara. Bayi malang ini ditemukan dalam sebuah ember plastik, lengkap dengan surat dan berbagai perlengkapan bayi.
Penemuan bayi tersebut terjadi pada pagi hari ini, Senin, 6 Mei 2024, oleh Fitriani, seorang warga setempat yang sedang ditempat usahanya laundry. Andi Wijanarko lurah Kuningan ” Bayi itu ditemukan di Jln. Tambara dalam oleh Fitriani sekitar pukul 06.30 WIB, terbungkus dalam daster dan ditindih oleh ember lain.”
Bayi mungil ini tampak sehat dan bersih, namun terlihat kebingungan dan ketakutan. Di sisi ember, ditemukan sebuah surat yang berisi “Mbak tolong jaga anakku”.
Warga setempat yang sebelumnya mendengar suara gemuruh di rumah Fitriani pada dini hari, baru menyadari keberadaan bayi tersebut setelah Fitriani meminta bantuan.
Bayi malang itu langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. Dari pemeriksaan yang dilakukan, bayi tersebut memiliki panjang 50 sentimeter dan berat 2,6 kilogram, dengan tali pusar yang masih kering dan ari-ari yang terlekat. Bidan Erna, yang melakukan pemeriksaan, memperkirakan bahwa bayi tersebut lahir sekitar malam hari.

Kabar penemuan bayi ini telah menyebar, dan banyak pihak telah menyatakan keinginan untuk mengadopsi, termasuk oleh orang yang menemukan bayi tersebut. Saat ini, pihak berwenang sedang menunggu koordinasi dengan Dinas Sosial untuk langkah selanjutnya.
Kisah ini telah menyentuh banyak hati dan menunjukkan solidaritas komunitas dalam merespons situasi yang memilukan. Semarang Utara, sebuah komunitas yang erat, kini bersatu dalam harapan dan kepedulian terhadap nasib bayi yang baru saja memulai perjalanan hidupnya di dunia ini.






