Pemalang, CMI News – Kebijakan nonton bareng (nobar) film *Buku Harianku* yang direncanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang menuai kritik dari berbagai pihak.
Kebijakan ini dianggap kurang mempertimbangkan kondisi ekonomi sebagian orangtua murid, terutama di tengah situasi ekonomi yang masih belum stabil pascapandemi.
Rencana nobar ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
Dalam surat edaran No.400.3.5/140/Dindikbud tanggal 6 Januari 2025, dari Dinas Pendidikan Pemalang, siswa diimbau untuk menonton film bertema pendidikan karakter sebagai bagian dari program pendidikan.
Namun, biaya sebesar Rp40.000 per siswa, yang mencakup tiket masuk dan transportasi, dinilai memberatkan bagi sebagian keluarga, khususnya dari kalangan kurang mampu.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














