
CMI News — Curah hujan tinggi yang turun hampir tanpa jeda membuat struktur tanah di sejumlah kawasan permukiman menjadi labil. Salah satu dampaknya terjadi di Komplek Kodam RT 004/002, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, di mana longsor merusak rumah warga dan mengganggu akses lingkungan.
Sedikitnya empat rumah terdampak, dengan satu rumah mengalami kerusakan paling serius. Rumah tersebut diketahui milik Ibu Rahmat (50), yang kini hidup dalam kekhawatiran akan longsor susulan.
Menurut pengakuan Ibu Rahmat, gejala pergeseran tanah sebenarnya sudah dirasakan sejak beberapa waktu lalu. Namun kondisi memburuk setelah hujan deras terus mengguyur kawasan tersebut.
“Sebetulnya tanah sudah sempat geser, tapi belum separah ini. Yang paling parah itu hari Minggu kemarin,” ungkapnya dikutip dari Instagram Gue Cikarang Jumat (23/1/2026).
Momen longsor terjadi secara tiba-tiba. Saat itu, Ibu Rahmat tengah beristirahat di dalam rumah sebelum akhirnya dikejutkan oleh teriakan suaminya.

“Saya lagi tidur, terus suami manggil. Katanya tanahnya geser,” tuturnya.
Akibat peristiwa tersebut, bagian teras rumah mengalami kerusakan cukup parah. Retakan tanah tampak memanjang hingga sekitar empat meter, dengan kedalaman diperkirakan mencapai 40 hingga 60 sentimeter. Kondisi tersebut membuat rumah berada dalam posisi rawan jika hujan kembali turun.
“Kami takut kalau hujan terus, longsornya bisa makin besar,” katanya dengan nada cemas.
Ancaman longsor tak hanya terjadi di satu titik. Pergerakan tanah juga dilaporkan terjadi di bantaran Kali Cikadu, tepatnya di belakang Pos Keamanan Perumahan Imanan Extension RT 001/003, Desa Serang. Di lokasi itu, derasnya aliran air menggerus tanah hingga menyebabkan bagian bantaran amblas.
Warga berharap penanganan cepat dari pihak terkait, mengingat intensitas hujan di wilayah Cikarang Selatan masih tinggi. Tanpa langkah antisipasi, longsor susulan dikhawatirkan bisa mengancam keselamatan lebih banyak warga.






