Cikarang, CMI News – Harga perak global terus menunjukkan tren penguatan dalam sepekan terakhir.
Perak ditutup di level US$38,82 per troy ounce, naik dibanding pekan sebelumnya di kisaran US$37,89.
Kenaikan harga ini tidak datang tiba-tiba. Kombinasi sentimen global, mulai dari ekspektasi pelonggaran kebijakan bank sentral, inflasi yang belum mereda, hingga lonjakan permintaan dari industri energi hijau, menjadi faktor utama pendorong reli perak.
Tren Bullish Didukung Sentimen Investor
Sepanjang pekan lalu, harga perak bergerak fluktuatif. Sempat menyentuh titik terendah di US$36,94 pada 20 Agustus, harga logam mulia ini cepat rebound dan kembali menguat.
Analis menilai, minat investor terhadap logam mulia semakin tinggi seiring ketidakpastian global yang berlanjut. Emas masih menjadi pilihan utama, namun perak kini dipandang sebagai alternatif investasi dengan potensi keuntungan lebih besar karena harganya relatif lebih murah dan volatilitasnya menarik bagi spekulan.
Faktor Pendorong: Inflasi Global & Transisi Energi














