Cikarang, CMI News – Harga minyak mentah dunia mencatat kenaikan tipis pada perdagangan Selasa (6/8), namun secara umum masih berada di level rendah setelah tiga hari berturut-turut mengalami koreksi. Pelaku pasar kini dihadapkan pada kombinasi tekanan dari sisi geopolitik, potensi perlambatan ekonomi Amerika Serikat, hingga bayangan kelebihan pasokan global.
Mengutip data Refinitiv, harga minyak Brent kontrak Oktober naik menjadi US$68,01 per barel, dibandingkan penutupan sebelumnya di US$67,64. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) juga bergerak naik tipis ke level US$65,51 per barel dari US$65,16.
Ketegangan Global Kembali Meningkat
Salah satu faktor yang memicu kekhawatiran pasar adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait potensi tarif baru. Trump mengancam akan menerapkan sanksi sekunder terhadap negara-negara yang masih membeli minyak dari Rusia—termasuk Tiongkok dan India. Langkah ini dinilai bisa memicu ketegangan dagang baru, yang secara historis berdampak langsung terhadap permintaan energi global.
















