Cikarang, CMI News – Setelah sempat tertekan selama hampir dua pekan, harga batu bara dunia mulai bangkit. Berdasarkan data Refinitiv, kontrak acuan batu bara pada Selasa (19/8) ditutup di US$111 per ton, naik 1,14% dibanding sehari sebelumnya.
Kenaikan ini memperpanjang tren positif dua hari beruntun, meskipun secara keseluruhan harga masih lebih rendah 7,1% dibandingkan level 11 hari lalu.
Peran Sentral China dalam Menggerakkan Pasar
Faktor terbesar di balik rebound ini adalah kebijakan energi China. Sebagai konsumen sekaligus produsen batu bara terbesar di dunia, setiap keputusan Beijing punya dampak langsung terhadap arah harga global.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















