Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anom menegaskan bahwa “Mageri Segoro” adalah langkah bersama untuk menjaga ekosistem pesisir. Hutan mangrove, menurutnya, memiliki fungsi vital yang melampaui sekadar pelindung.
“Hutan mangrove bukan hanya menjadi penyangga kehidupan, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, menjaga biota laut, serta mampu menyerap emisi karbon dalam jumlah besar,” ujar Bupati Anom.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Kegiatan ini secara eksplisit disebut sebagai solusi berbasis alam dalam menghadapi krisis iklim, sekaligus menerjemahkan visi Gubernur Jawa Tengah “Ngopeni lan Nglakoni Jawa Tengah” melalui aksi nyata pengembalian ekosistem mangrove.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati, merinci target penanaman yang masif di Pemalang. Total 134.000 batang mangrove berhasil ditanam di lima desa, menunjukkan keseriusan Pemkab dalam memperkuat daya dukung dan ketahanan wilayah pesisir.




















