Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Berita

Eramet Bidik Produksi 42 Juta Ton Bijih Nikel di Indonesia, Apa Dampaknya untuk Industri Global?

×

Eramet Bidik Produksi 42 Juta Ton Bijih Nikel di Indonesia, Apa Dampaknya untuk Industri Global?

Sebarkan artikel ini

Implikasi bagi Indonesia

Indonesia saat ini memegang peranan sentral dalam rantai pasok global nikel, terutama sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik. Kehadiran Eramet bersama mitra strategisnya, Tsingshan Holding Group dan PT Aneka Tambang (Antam), memperkuat posisi IWIP sebagai salah satu kawasan industri berbasis nikel terbesar di dunia.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Namun, ekspansi produksi juga menimbulkan beberapa catatan:

1. Ketergantungan ke Smelter Asing – Sebagian besar bijih masih dipasok ke smelter asing yang beroperasi di dalam negeri, menimbulkan pertanyaan soal hilirisasi dan nilai tambah lokal.

2. Dampak Lingkungan – Peningkatan produksi hingga puluhan juta ton tentu memberi tekanan lebih pada tata kelola lingkungan di Maluku Utara.









error: