Cikarang, CMI News – Industri nikel Indonesia kembali jadi sorotan. Perusahaan tambang asal Prancis, Eramet, menargetkan produksi bijih nikel tahun ini mencapai 42 juta ton di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara. Target ini lebih tinggi dari rencana awal sebesar 32 juta ton, menyusul tambahan kuota produksi 10 juta ton dari Kementerian ESDM.
CEO Eramet Indonesia, Jerome Baudelet, menyebut tambahan tersebut sebagian besar dialokasikan untuk nikel kadar rendah atau limonit, yang akan dipasok ke fasilitas pemurnian High Pressure Acid Leach (HPAL).
“Produksi tahun ini diharapkan bisa mencapai sekitar 42 juta ton. Dari total itu, 30 juta ton berasal dari nikel saprolit dan 12 juta ton dari nikel limonit,” ungkap Baudelet dikutip Minggu, 31 Agustus 2025.
Rincian Produksi Nikel Eramet di 2025
Saprolit (nikel kadar tinggi): 30 juta ton













