“Kita mulai produk kue kue kering sejak 2 Minggu sebelum Puasa, meskipun ditengah kenaikan harga bahan baku yang relatif sangat tinggi, tapi kita tetap produk seperti biasa.
Dari gula pasir, telor, tepung, bahkan toples juga naik”, jelasnya.
Meski begitu, lanjut Sumiyati, dirinya tetap produk per hari antara 50 – 70 toples, dengan harga Rp. 45 ribu per toplesnya.
“Untuk omset, Alhamdulillah per hari sekitar 3 sampai 4 juta rupiah, dengan metode pemasaran sebagian menggunakan media sosial FB, IG, WhatsApp, TikTok, pesanan kue kering saya dari jakarta, Karawang, Cikarang, Kendal, Kebumen, Cilacap, serta kota besar lainnya, bahkan ada yang pesan dari luar negeri, biasanya para TKW yang pesan”, imbuhnya.
Sumiyati berharap, naiknya harga bahan baku kue, semoga bisa normal lagi, dan lebih banyak pembeli yang mengorder kue kering Shaquilla.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















