Detik-detik berikutnya adalah tabrakan beruntun yang tak terhindarkan. Berdasarkan hasil olah TKP, kecelakaan bermula ketika Bus Harapan Jaya menabrak keras bagian belakang kiri Bus Handoyo. Dorongan yang kuat ini lantas membuat Bus Handoyo terdorong ke depan hingga menabrak Bus Kramat Djati yang sedang mengurangi kecepatan.
Korban luka paling serius adalah sopir Bus Harapan Jaya, Hery Susanto (72 tahun), warga Tulungagung. Akibat benturan keras tersebut, ia mengalami patah tulang tertutup pada tangan kanan serta luka robek di pelipis kanan. Meskipun dalam kondisi sadar saat dievakuasi, korban segera dilarikan ke RS QIM Batang untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
“Korban langsung kami bawa ke RS QIM Batang dan saat ini dalam penanganan medis,” tambah AKP Eka Hendra.
Beruntung, dalam insiden dramatis ini tidak ada korban meninggal dunia. Sementara itu, total kerugian material akibat kerusakan tiga bus diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Dua sopir bus lainnya, yakni Pandu Satriyanto Wibowo (35) dari PO Handoyo dan Heri Suryadi (51) dari PO Kramat Djati, dilaporkan tidak mengalami luka. Keduanya telah menjalani pemeriksaan oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Batang untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















