Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Pilkada 2024Politik

Debat Politik Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang Putaran Pertama, Memanas disesi Tanya Jawab 

×

Debat Politik Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang Putaran Pertama, Memanas disesi Tanya Jawab 

Sebarkan artikel ini

Boby Dewantara menjelaskan terkait pernyataan modal di bidang aneka usaha adalah saat Mansyur Calon Bupati nomor urut 2 masih menjabat PLT Bupati Kabupaten Pemalang setelah terjadi OTT. Saat itu langsung ditindak tegas.

” Beliau melakukan audit investigasi di aneka usaha, beliau merampingkan unit-unit usaha yang masih merugi. Dan terkait oknum direksi susah ditindak tegas, dan diberi sanksi kepada oknum terkait. Itu sudah dilaksanakan.” Tutup Boby dengan penuh semangat.

Mansyur menanggapi terkait dengan usaha BUMD harus diadakan fisibilitasi study, menentukan baik/tidak nya usaha, menghasilkan atau tidak. Mansyur dengan bijak menambahkan.

” Sebenarnya kita manfaatkan BUMD Kabupaten Pemalang untuk usaha-usaha yang langsung mengena kepada masyarakat, misalnya meningkatkan pertanian di Kabupaten Pemalang, dengan menggandeng BUMD untuk mengkoordinasi panen di Kabupaten Pemalang tidak keluar. ” Tutup Mansyur.

Suasana panas berubah menjadi gelak tawa saat calon wakil bupati No. 1 menanggapi dengan intermezzo istilah jawa. ” Bebek nyilem, ndekke dewek ya di alem” artinya bebek tenggelam, punya sendiri yang di puji puji.

” BUMD yang terbentuk ini inefisiensi anggaran. Artinya perencanaan tidak matang. Dan banyak merugikan masyarakat, dengan keterbukaan informasi, keterbukaan anggaran dan keterbukaan kebijakan.” Tanggap Suwendi.

Masing-masing Paslon memiliki visi dan misi unggulan masing-masing, tidak bisa dipungkiri hal itu juga memiliki kekurangan di dalamnya.

Adanya debat politik adalah untuk transparansi rencana dan wacana para Paslon untuk Kabupaten Pemalang yang lebih baik.





















banner
error:
Verified by MonsterInsights