Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Pemalang

Viral Anggaran Vlog Rp36 Juta di Pemalang, Diskominfo: Itu Bukan Untuk Satu Video!

×

Viral Anggaran Vlog Rp36 Juta di Pemalang, Diskominfo: Itu Bukan Untuk Satu Video!

Sebarkan artikel ini
0-0x0-0-0#

PEMALANG – Jagat media sosial, khususnya platform X (Twitter), belakangan ini dihebohkan dengan tangkapan layar rencana pengadaan jasa pembuatan video vlog oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pemalang senilai Rp36 juta. Angka tersebut sempat memicu beragam reaksi negatif dari warganet yang menganggap biaya tersebut terlalu fantastis untuk sebuah konten video.

Menanggapi hal tersebut, Diskominfo Pemalang bergerak cepat memberikan klarifikasi guna meluruskan persepsi publik agar tidak terjadi simpang siur informasi.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepala Diskominfo Pemalang, Dian Ika Siswati, menegaskan bahwa narasi yang berkembang di masyarakat perlu diluruskan. Ia menjelaskan bahwa anggaran Rp36 juta tersebut bukan dialokasikan untuk memproduksi satu video saja, melainkan satu paket kegiatan yang terdiri dari belasan konten.

“Anggaran Rp36 juta itu dialokasikan untuk memproduksi 15 buah video vlog tematik. Jika kita hitung secara terperinci, maka biaya produksi per videonya hanya sebesar Rp2,4 juta,” ungkap Dian dalam konferensi pers di LPPL Radio Swara Widuri, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, angka Rp2,4 juta per video merupakan nilai yang sangat rasional dan telah melalui perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Biaya tersebut sudah mencakup seluruh rangkaian proses kreatif, mulai dari penggalian ide, pengambilan gambar (shooting), hingga tahap penyuntingan (editing) profesional.

Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa meskipun sudah tercantum dalam sistem SIRUP LKPP, kegiatan tersebut nyatanya belum dilaksanakan. Saat ini, pihak dinas justru sedang melakukan peninjauan kembali terhadap rencana pengadaan tersebut untuk memastikan efektivitasnya.

“Langkah awal kami adalah menegaskan bahwa kegiatan ini belum direalisasikan. Kami sedang melakukan peninjauan ulang untuk menyelaraskan antara kebutuhan promosi daerah dengan prinsip penghematan keuangan negara,” tambahnya.

Diskominfo Pemalang menyatakan bahwa mereka tidak antikritik. Sebaliknya, sorotan dari masyarakat dianggap sebagai bentuk kepedulian warga terhadap pengelolaan dana daerah. Pihaknya berkomitmen untuk tetap menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan APBD.

Nantinya, video-video tersebut diproyeksikan untuk mempromosikan berbagai potensi dan agenda besar di Kabupaten Pemalang, salah satunya adalah Festival Wong Gunung, agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas melalui media digital.









error:
Verified by MonsterInsights