Pastor Paroki Emanuel Mapurujaya, Pastor Gusti Yerwuan, OFM, mengatakan bahwa kehadiran sekolah dan asrama lahir dari pengalaman pastoralnya ketika mengunjungi umat di stasi-stasi dan juga inisiatif Dewan Paroki Emanuel Mapurujaya. Ia melihat banyak anak memiliki semangat belajar yang tinggi, tetapi terbentur persoalan akses pendidikan.
”Saya melihat banyak anak yang sebenarnya memiliki semangat belajar yang tinggi, tetapi mereka terbentur oleh jarak, keterbatasan ekonomi, dan akses pendidikan. Sebagai Gereja, kami merasa terpanggil untuk menghadirkan solusi. Karena itu, kami membangun sekolah dan asrama ini agar anak-anak memiliki kesempatan belajar, bertumbuh dalam iman, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ungkap Pastor Gusti.
Menurutnya, pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari misi Gereja dalam mewartakan kasih Kristus.
”Kami tidak hanya ingin mencerdaskan anak-anak, tetapi juga membentuk karakter mereka. Mereka dibimbing untuk hidup disiplin, bertanggung jawab, saling menghargai, mencintai doa, dan memiliki semangat melayani. Harapan kami, kelak mereka kembali menjadi pribadi-pribadi yang membangun keluarga, Gereja, dan masyarakat di tanah Papua,” tambahnya.
Kehadiran SMP YPPK Emanuel Mapurujaya dan Asrama Emanuel Mapurujaya menjadi bukti bahwa karya pastoral Gereja tidak berhenti pada pelayanan sakramental, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan pendidikan yang menyentuh kebutuhan nyata umat. Dari pesisir Mimika Timur, benih-benih masa depan sedang ditanam melalui pendidikan, pembinaan iman, dan kasih yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
Sekolah dan asrama ini diharapkan terus menjadi tempat lahirnya generasi Papua yang cerdas, berkarakter, beriman, dan siap mengabdikan diri bagi Gereja, masyarakat, serta masa depan tanah Papua

















